IBSN: Tes Diri Mengenai Hubungan yang Banyak Menuntut

Manusia adalah makhluk sosial. Tak dapat menjadi menusia seutuhnya tanpa kehadiran orang lain. Namun, ada kalanya kita menemui orang-orang yang berhubungan dengannya membuat tenaga, atau yang paling sering, pikiran kita terkuras. hubungan seperti ini oleh Les Parrott dinamai dengan high maintenance relationship, atau hubungan yang banyak menuntut.

Berikut ini saya sajikan tes diri mengenai hubungan yang banyak menuntut, yang langsung saya kutip dari buku Les yang berjudul “High Maintenance Relationship (2000:5-7)”

Dengan menjawab semua pertanyaan di bawah ini, Anda dapat menilai apakah Anda berada dalam hubungan yang banyak menuntut atau tidak. jawablah setiap bagian dengan cermat dan jujur. Jawab dengan “Ya” atau “Tidak”

  • Apakah Anda merasa gelisah terutama bila ada orang yang menelepon dan meninggalkan pesan agar Anda membalas teleponnya?
  • Apakah Anda berhubungan dengan orang yang bila membayangkan bertemu dengannya membuat semangat anda menurun.
  • Apakah Anda memiliki hubungan dimana anda lebih banyak memberi daripada menerima?
  • Apakah anda mendapati diri anda akhirnya mengkritik tindakan anda sendiri akibat dari interaksi dengan seseorang?
  • Apakah Anda menjadi lebih sering mengkritik diri sendiri di depan seseorang ini?
  • Apakah kreativitas anda terhambat atau kejernihan pikiran anda agak terganggu oleh perasaan tidak senang yang terus-menerus anda rasakan karena harus berurusan dengan seseorang ini?
  • pernahkah anda mengalami percakapan khayalan dengan orang ini atau perbantahan dalam pikiran anda sendiri di mana anda membela diri sendiri atau mencoba menjelaskan posisi anda?
  • apakah anda merasa jengkel karena orang ini tampaknya memperlakukan orang lain lebih baik daripada anda?
  • apakah anda bertanya-tanya mengapa orang ini lebih suka mengkritik anda, tetapi jarang mengakui hal-hal yang anda kerjakan dengan baik?
  • pernahkah anda berpikir untuk keluar dari pekerjaan/organisasi/kelompok karena harus berinteraksi dengan seseorang ini?
  • apakah anda berputus asa karena orang ini terus-menerus menguras tenaga anda meskipun anda berusaha memperbaiki hubugan anda?

Nilai: Jumlahkan jawaban “Ya” Anda, jika jawaban “Ya” anda lebih banyak dari “Tidak”, maka Anda berada dalam hubungan yang banyak menuntut.

Ada beberapa tipe orang yang dapat membuat Anda berada dalam hubungan yang menguras energi yaitu :

  • pengkritik – selalu mengeluh dan memberi nasehat yang tidak diharapkan
  • martir – selalu menjadi korban dan menderita karena mengasihani diri sendiri
  • perusak kegembiraan -  pesimis dan merasa egatif dengan sendirinya
  • pengganggu -  sama sekali tidak peka terhadap orang lain
  • penggosip – menyebarkan gosip dan membocorkan rahasia
  • pengendali – tidak dapat memberi kebebasan dan berhenti mengkhawatirkan
  • musuh dalam selimut – benar-benar bermuka dua
  • si cuek – menjauh dan meghindari kontak
  • pendengki – penuh dengan kedengkian
  • gunung berapi -menghasilkan uap dan siap meledak
  • bunga karang – selalu membutuhkan, tetapi tidak pernah membalas
  • pesaing – mengingat setiap rincian
  • pekerja keras – selalu mendesak dan tidak pernah merasa puas
  • si penggoda – sindiran yang melecehkan
  • si bunglon – sangat ingin menyenangkan orang lain dan menghindari konflik

Setiap tipe memiliki cara penanganan yang berbeda. mudah-mudah-mudahan lain waktu akan saya tuliskan….

IBSN : Aku Bukan Siapa-Siapa…

Saat bercermin di kaca, sambil mengagumi bagian wajah tertentu yang menarik dan biasanya dipuji orang, atau sambil menutupi “bopeng-bopeng” yang agak kurang enak untuk dilihat orang, saya sering bertanya dalam hati “siapa aku?”. Dalam ranah komunikasi, ini termasuk ke dalam yang namanya komunikasi intrapersonal. Komunikator dan komunikate ada dalam diri saya sendiri. A dan B, saling bertanya jawab dalam pikiran.

Sambil senyum-senyum hati saya kadang menjawab : hmmm, saya seorang dosen, kelebihan saya ini, ini, ini….prestasi saya anu, anu, anu….dst yang membuat saya bangga pada diri sendiri.

Tapi terkadang, hati saya menjawab : hhhhh,  saya hanyalah seorang yang punya banyak kekurangan, saya kurang ini di bandingkan dengan si X, saya kurang itu dibandingkan dengan si Z….dst yang membuat saya merasa rendah diri.

Tapi alhamdulillah, otak saya juga tidak jarang menggabungkan berbagai kekurangan dan kelebihan yang ada dalam diri, sehingga membentuk diri saya yang utuh. Utuh dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Para pembaca yang budiman, sebenarnya tulisan ini saya maksudkan untuk menghaturkan terimakasih kepada berbagai pihak yang selama ini berjasa dalam kehidupan saya. Mungkin, selama ini saya belum mengucapkan terimakasih, padahal rasa terimakasih adalah sesuatu yang wajib diungkapkan. Mudah-mudahan beberapa dari nama yang saya sebut, jika suatu saat googling dan mencari namanya, atau ada orang lain yang googling mencari namanya akan menemukan bahwa nama tersebut pernah berjasa terhadap seseorang yang bernama Ira Mirawati.

Saya saat ini bukan siapa-siapa. Tapi tanpa mereka, saya akan lebih menjadi bukan siapa-siapa.

Mungkin, kalimat-kalimat selanjutnya dari postingan ini mirip dengan ucapan terimakasih yang ada dalam sebuah skripsi. Tapi, bila dalam skripsi ditulis berdasarkan urutan yang paling berjasa, kalau di sini tidak. Semuanya sangat berjasa….

Tapi, jangan heran kalau tidak menemukan saya menyebutkan nama orang tua, suami, anak, mertua, dan kerabat yang lain, karena nama mereka tidak akan pernah lepas dari kehidupan saya….kalau saya tuliskan terimakasih pada mereka, halaman blog ini tidak akan mampu memuat…mungkin kalimat itu hiperbola, tapi demikianlah adanya…

Ya Allah, Sang Pemberi kehidupanku, terimakasih atas segala kebaikan yang Engkau anugerahkan padaku. Ku mohon, berikanlah limpahan kebaikan kepada orang-orang yang tanpa pamrih telah memberikan kebaikan pada hamba-Mu ini….

  • Semua guru dari SD sampai SMU dan dosen yang telah mendidik dan membagi ilmunya pada saya.
  • Bapak Adijanto, yang telah membiayai SMU Saya hingga saya bisa bersekolah gratis.
  • PT Pos dan Giro, Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang telah memberikan beasiswa ketika saya SMP
  • DD Bandung yang memberikan beasiswa ketika saya S1
  • Ford Foundation dan The Indonesian International Education Foundation yang telah menanggung seluruh biaya S2 dan tesis saya.
  • Dosen-dosen di Jurusan Manajemen Komunikasi yang telah menerima saya dengan tangan terbuka: Ibu Jenny Ratna Suminar, Pak Antar Venus, Pak Uud Wahyudin, Pak Hadi S. Arifin, Pak Atwar Bajari, Pak Slamet Mulyana, Pak Teddy Kurnia, Bu Purwanti Hadisiwi, Bu Kismiyati El Karimah, Pak Dadang Sugiana, Pak Engkus Kuswarno, Pak Asep Suryana, Pak Pramono Benyamin, Pak Agus Setiaman, Bu Weny Widyowati, Bu Sri Rahayu, Pak Hidayat Satari, Bu Eni Maryani, Pak Roy Robert, Pak Rakhman, Pak Duddy, Pak Akbar, Pak Hussein, Pak Ilham, Pak Kunto, Bu Nindi, Bu Emma, Bu Funny,
  • Dekan Fikom Unpad Prof H. Deddy Mulyana, Phd, dan seluruh anggota penguji seleksi CPNS Fakultas yang telah mempercayai saya untuk menjadi tenaga pengajar di Fikom Unpad tercinta.
  • sahabat-sahabat setia, yang sudah mau berbagi dengan orang seperti saya,sahabat pas saya SMP: Ernawati , Sahabat pas saya s1: Yati Suryati (dan keluarga yang sudah menjadikan aku seperti keluarga sendiri), Istikharah (yang bahkan sampe rela nyuapin aku kalo lagi gak selera makan hehe), juga sahabat-sahabat s2: Serly, Yopi, BU Eha, Uliviana, Yanti.
  • teman-teman blogger IBSN (Indonesian Beautiful Sharing Network) yang selalu menyemangati untuk saling berbagi.

to be continued…

masih banyak nama-nama lain yang berjasa…

Note :

Untuk semua teman blogger, ungkapkanlah terimakasih Anda pada pihak-pihak yang berjasa dalam kehidupan Anda. boleh secara lisan maupun tulisan. Ungkapan terimakasih akan membawa energi positif untuk orang yang menerima juga yang memberi….