Menulislah, Agar kita “Membaca”

Bangun dari lelap yang panjang, mungkin tempat untuk mendeskripsikan ketidakproduktifan menulis saya setahun terakhir.  Setengah tahun tidak posting di blog, dua tahun tidak menulis artikel di koran, belum lagi novel bertema konflik antarsuku yg tidak kelar – kelar, adalah bukti-bukti kemalasan saya menuangkan ide.
Masih punya bayi. Rasanya juga tidak bisa terus menerus saya jadikan alasan, pembenar keengganan saya membagi Pengetahuan melalui tulisan dengan orang lain. Kasihan bayi saya jika terus menjadi tameng ketidakrajinan ibunya.
Ketidakproduktifan menulis ternyata membuat saya juga menjadi tidak kritis. Tidak membaca buku. Biasanya, untuk menghasilkan tiga halaman artikel saya harus membaca minimal tiga buku dan tiga belas laman internet. Bukan hanya itu, saya juga tidak membaca situasi. Saya lewatkan berbagai berita menarik di televisi, di radio, di koran-koran, dan di lingkungan sekitar saya, sebatas konsumsi, tanpa ada produksi kembali supaya bermanfaat bagi banyak orang.
Saya ingin kembali menulis, supaya saya mau membaca!

2 Responses

  1. akhirnya update juga Bu Ira, apa kabar Bu

  2. […] Syawal, mengucap syukur atas segala nikmat rizki dan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: