Health Communication: Model Komunikasi Dokter-pasien

Hari ini saya mengikuti studium generale di Fikom Unpad berjudul “Health Communication” yang diisi oleh Prof. Dr. L. Jan Slikerveer dari Universitas Leiden Belanda. Saat ini, Beliau sedang menulis buku dengan judul tersebut bersama Prof. Deddy Mulyana, Ph. D (Dekan Fikom Unpad)

Materi yang disampaikan sangat menarik dan mudah dipahami meskipun disampaikan dalam bahasa Inggris. salah satu isi yang paling menarik perhatian saya adalah model komunikasi antara dokter pasien.

Ada 4 model komunikasi antara dokter-pasien, yaitu :

  1. Model of activity – passivity Relationship
  2. Model of Guidance – cooperation Relationship
  3. Model of Mutual – Participation Relationship
  4. Model of Provider – Consumer Relationship

Model pertama, dapat diibaratkan seperti komunikasi antara orang tua dengan anak kecil atau anak balita, dimana dokter bertindak sebagai orang tua yang aktif memerintah ini itu, dan pasien sebagai anak kecil yang hanya menurut dan tidak dapat mengungkapkan berbagai keluhan rasa sakit yang dia rasakan dan menyebabkan dia berobat ke dokter.

Model kedua, diibaratkan seperti komunikasi antara orang tua dengan anak yang sudah beranjak dewasa. orang tua tetap penentu kebijakan tunggal, namun bersifat arahan bukan perintah.

Model ketiga, ibarat dua orang yang bekerjasama. saling melengkapi satu sama lain. Dokter bukanlah satu-satunya pihak aktif, karena pasien juga aktif dalam menyampaikan berbagai hal yang ingin dia ungkapkan kepada dokter sehubungan dengan penyakit yang dideritanya.

Model yang keempat, pasien diibaratkan sebagai konsumen. dimana “konsumen adalah raja” dan dokter adalah pelayan. jadi tugas dokter adalah memberikan pelayanan terbaiknya untuk si konsumen.

Model yang disarankan untuk diterapkan dalam komunikasi kesehatan tentunya model ketiga dan keempat. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat, karena berbagai survei sudah membuktikan bahwa sebenarnya salah satu faktor penting yang menentukan kesembuhan pasien adalah sikap positif yang ditunjukkan oleh sang dokter dalam berkomunikasi dengan sang pasien.

5 Responses

  1. Seyogianya para dokter kita menyimak komunikasi kesehatan ini, apa pun modelnya, terutama model yang dianjurkan. Sayangnya, ketika berhadapan dengan dokter saya merasa seperti tidak sedang berkomunikasi bahkan cenderung breakdown communication. Karena, sang dokter (bukan hanya sekali) selalu menghindar jika ada pertanyaan kritis. Mungkin takut lain kali gak datang lagi ya… Kendatipun begitu, model ke-4 bisa menguras kantong pasien (layaknya mekanisme pasar, kesehatan pun menjadi komoditas)… ah mudah2an tidak. Terima kasih mbak Ira telah memberi tambahan pengalaman. Salam hangat.

    salam hangat kembali Pak Heru. terimakasih komennya. memang aspek2 komunikasi kesehatan efektif belum begitu banyak diterapkan di Indonesia. mudah2an para pemerhati komunikasi dan akademisi/praktisi kesehatan kedepannya dapat bekerjasama mengembangkan hal ini.

  2. dear Ibu Ira ditempat

    terima kasih atas infonya. kebetulan sekali saya sedang mencari informasi tentang model komunikasi dokter pasien.
    informasi ini sangat membantu saya dalam mengerjakan skipsi saya. sekali lagi terima kasih dan salam hangat dari saya.

    Sama-sama Hatha, senang sekali kalau bisa bermanfaat. semoga skripsinya lancar ya”

  3. yth ibu ira

    saya sedang mengambil pend s2 mkk ilmu biomedik dan sedang mendapatkan tugas menyusun makalah mengenai komunikasi dokter pasien yang efektif (customer relationship management). saya sgt tertarik dgn apa yg ibu sampaikan diatas, apabila boleh saya ingin meminta referensi ttg komunikasi dokter pasien

    terimakasih atas perhatiannya

    model tersebut saya dapatkan dari dekan di fakultas saya Prof Deddy dan rekannya dari Belanda. kalau ibu membutuhkan informasi lebih jauh, silakan menghubungi beliau langsung, di Fikom Unpad 022-7796954. karena bukunya belum terbit.

  4. ass bu… saat ini saya sedang menyusun skripsi mengenai komunikasi terapeutik dokter dan pasien… tapi blom dapet teori yang pas… setelah membaca tulisan ibu diatas… saya mendapatkan pencerahan… bu mohon informasinya, apakah sekarang buku tersebut sudah terbit? dan dimana saya bisa mendapatkannya… saya sangat butuh bu… trimakasih ya bu.. wass…

  5. trima kasih ibu ira…saya merasa terbantu,,,krn saya sdg mengambil skripsi ttg kmunikasi terapeutik dokter dengan pasien gangguan jiwa,,,mohon doanya smg lancar.Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: