Menjadi Guru (baca : dosen) inspiratif

Tulisan ini saya buat terinspirasi dari chatting yang dilakukan oleh teman-teman saya semasa SMU dalam forum mailing list kami. Bukan obrolan yang serius, bahkan hanya bermula dari sebuah joke kami tentang seorang guru. Mula-mula cerita yang bermunculan memang tentang kenakalan-kenakalan kami yang dulu sering “mengerjai” para guru. Namun entah siapa yang memulai, diskusi justru mengalir menuju cerita-cerita tentang guru idola kami masing-masing. Ternyata hampir semua dari kami memiliki guru idola atau yang kemudian kami sebut mereka sebagai “guru inspiratif”.

Saya sendiri, guru inspiratif saya adalah Mrs. Yanti Sudono, guru bahasa Inggris. Beliau tidak pernah mengucilkan saya meski saya paling bodoh dikelasnya (maklumlah, ketika SMA saya langganan berada di 3 ranking terbawah…parah ya). Di saat guru-guru yang lain sudah benar-benar meremehkan dan menganggap saya “benar-benar bodoh”,  Mrs. Yanti tetap tidak henti berkata-kata positif tentang diri saya. Hingga akhirnya, saya bertekad untuk benar-benar menjadi positif seperti apa yang diucapkan beliau. Alhamdulillah, akhirnya saya berhasil lulus SMU dengan nilai tertinggi se Jurusan.

Pengaruh guru inspiratif ternyata tidak berhenti ketika kami tidak lagi berinteraksi dengannya. semua inspirasi positif yang kami terima semasa SMU ternyata banyak yang kemudian kami jadikan sebagai “the way of life

Sekarang, saya bekerja sebagai dosen (baca : guru). Saya berpikir, apakah saya sudah menjadi dosen inspiratif ? apa saya bisa menginspirasi para mahasiswa?

Di tingkat perguruan tinggi, tentunya dosen inspiratif sangat diperlukan, karena setelah lulus dari sini seseorang akan langsung terjun ke masyarakat. Dan memang banyak di antara dosen saya yang inspiratif. sebut saja Hj. Jenny Ratna Suminar yang selalu menginspirasi mahasiswa untuk menjadi individu yang positif, tidak hanya di bidang akademik namun juga sebagai pribadi. Atau Bpk. Dadang Sugiana yang selalu mengatakan “kalian memang mahasiswa terbaik saya” pada kami mahasiswa TC 99. Tanpa mereka sadari, kata-kata yang mereka ucapkan tersebut menempel di hati kami, dan menuntun kami untuk benar-benar menjadi mahasiswa terbaiknya. Kami sendiri sadar, mungkin kata-kata inspiratif dari guru dan dosen bukanlah hanya ditujukan bagi kami sendiri. Mungkin semua orang mendapatkan kata-kata yang sama dari sang dosen. Tapi kami tidak peduli. Yang kami peduli adalah bahwa kami benar-benar akan menjadi positif seperti apa yang selalu diucapkan oleh dosen-dosen inspiratif tersebut.

Dalam ilmu komunikasi, ada beberapa teori yang dapat menjelaskan fenomena ini, salah satu diantaranya adalah labelling theory atau teori pelabelan, kadang juga disebut dengan social reaction theory. Teori ini sebenarnya pada mulanya menjelaskan tentang efek pemberian label negatif terhadap diri seseorang. Label yang diberikan terhadap seseorang akan membentuk self fulfilling prophecy yang pada akhirnya akan membentuk pribadinya .

7 Responses

  1. ya. inspiratif, berpikir positif, dan segala sesuatu yg baik pasti -cepat atau lambat- akan memberi efek yg baik pula bagi pelakunya. dan jika nilai ibadah tsb terus dipakai, insya allah jd amal kebaikan bagi semua. amin.. ^_^
    artikel yg bagus..

    “terimakasih mas…
    dan semakin saya mengunjungi blog2 orang lain, termasuk cantigi….ternyata saya semakin tahu bahwa banyak sekali blogger yang inspiratif”

  2. Setuju, Bu. Kalau diberi label positif dr Orang tua itu terlalu subjektif. Untuk kasus di tulisan ibu gak bgitu tepat. Nah kalo di kasih label positifnya dr guru/dosen itu yang luar biasa. *hehe tergantung siapa yang akan kita jadikan role model juga siii 🙂 *.

    Bu ira salah satu dosen inspiratif saya kok. Abiiis dosen2 makom hampir semuanya inspiratif (sesuai definisi bu ira ^_^).

    Waaah, senangnya jadi dosen inspiratif. hihi

    kadang-kadang ketika kita diskusi, devan juga sering menginspirasi saya hehe”

  3. saya pengin jadi blogger yang inspiratif aja😀

  4. saya mo jadi blogger inspiratif aja😀

    “terimakasih atas kunjungannya Mas Heri, semoga cita-cita mulianya menjadi blogger inspiratif tercapai. Amin”

  5. blognya bagus….salam kenal ya.

    “terimakasih atas kunjungannya mas Sandy, salam kenal kembali”

  6. bu Ira.. uDaH jaDi dOseN yg iNspiRatip n iNopaTip kOk buK.. hehe..
    aPaaLaagi kaLo iBu uDah cUrhaT di DePan keLas… cuRhaTnya ya ttg sesUatu yaNg bs diJadiin sbG bAhan peMbelAjarAN u/mhsw2nYa… buK iRa udaH beRhasiL jD dOseN yG ngaNgenin Kok Buk…
    terUs beRjuaNg u/KreaTif mengAjar daN menuLis ya Buk!!!
    *.*

    “aduh Grace, makasi banget. saya jadi tersanjung🙂. saat mengajar kalian saya juga mempelajari banyak hal dari kalian. kita sama-sama belajar…

  7. Memang ga gampang untuk menginspirasi siswa atau menjadi inspirasi buat mereka.

    Paradigma.
    Kata itu menjadi sangat menarik kalau berbicara tentang guru(ataupun dosen) yang inspiratif.
    Ketika guru kita dulu (gag semua sih) mengajar dengan cara yang itu2 saja, mana bisa kita tersinspirasi??

    Saya masih sangat berharap suatu saat bisa mengajar lagi anak-anak🙂 , sekarang lagi berilmu.

    Saya berdoa semoga Mas Firman suatu saat dapat menjadi inspirational person. mencari ilmu yang Mas Firman lakukan adalah salah satu indikator adanya tekad untuk memberikan yang terbaik. selamat berusaha….Mas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: